Dalam aktivitas laboratorium, ketelitian dalam mengukur dan memindahkan cairan menjadi faktor yang sangat krusial. Untuk tujuan tersebut, digunakan berbagai jenis pipet dengan fungsi dan tingkat akurasi yang berbeda. Tiga jenis pipet yang paling umum ditemui adalah pipet tetes, pipet ukur, dan pipet volume.
Meskipun sekilas terlihat mirip, ketiganya memiliki perbedaan mendasar yang memengaruhi cara penggunaan dan hasil pengukuran. Memahami perbedaan ini akan membantu pengguna laboratorium memilih alat yang tepat sesuai kebutuhan.
Pipet Tetes: Praktis untuk Pemindahan Cairan
Pipet tetes merupakan jenis pipet paling sederhana yang digunakan untuk memindahkan cairan dalam jumlah kecil secara praktis. Alat ini umumnya terdiri dari tabung kecil dengan karet di bagian atas untuk menghisap cairan.
Dalam penggunaannya, pipet tetes tidak dirancang untuk pengukuran volume yang presisi. Oleh karena itu, pipet ini lebih sering digunakan untuk penambahan larutan secara bertahap, misalnya saat penambahan indikator atau reagen dalam jumlah sedikit.
Pipet Ukur: Fleksibel dengan Skala Pengukuran
Berbeda dengan pipet tetes, pipet ukur dilengkapi dengan skala volume pada bagian badan pipet. Skala ini memungkinkan pengguna mengukur dan memindahkan cairan dengan tingkat ketelitian yang lebih baik.
Pipet ukur sering digunakan dalam kegiatan laboratorium pendidikan maupun analisis dasar, di mana fleksibilitas volume dibutuhkan. Meskipun cukup akurat, tingkat presisinya masih berada di bawah pipet volume.
Pipet Volume: Akurasi Tinggi untuk Volume Tertentu
Pipet volume dirancang khusus untuk mengukur dan memindahkan satu volume tertentu dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Ciri khas pipet ini adalah adanya satu tanda batas (mark) yang menunjukkan volume tetap, misalnya 10 mL atau 25 mL.
Karena presisinya, pipet volume banyak digunakan dalam analisis kuantitatif dan prosedur laboratorium yang membutuhkan hasil pengukuran sangat akurat.
Perbedaan Fungsi dan Tingkat Akurasi
Perbedaan utama antara pipet tetes, pipet ukur, dan pipet volume terletak pada tujuan penggunaan dan tingkat akurasinya. Pipet tetes unggul dalam kemudahan, pipet ukur menawarkan keseimbangan antara fleksibilitas dan ketelitian, sementara pipet volume menjadi pilihan utama untuk akurasi tinggi.
Pemilihan pipet yang tepat tidak hanya memengaruhi efisiensi kerja, tetapi juga kualitas hasil analisis di laboratorium.
Memilih Pipet yang Tepat untuk Kebutuhan Laboratorium
Dalam menentukan jenis pipet, penting untuk mempertimbangkan jenis pekerjaan laboratorium yang dilakukan. Untuk pekerjaan sederhana, pipet tetes sudah memadai. Namun, untuk pengukuran yang membutuhkan ketelitian lebih, pipet ukur atau pipet volume menjadi pilihan yang lebih tepat.
Sebagai penyedia alat gelas laboratorium, Jati Perkasa Mandiri menyediakan berbagai jenis pipet berkualitas yang sesuai dengan standar laboratorium.
Anda dapat melihat pilihan produk melalui halaman Produk Alat Laboratorium atau mengenal lebih lanjut perusahaan kami di halaman Tentang Kami.
Sebagai referensi tambahan mengenai standar akurasi alat gelas laboratorium, Anda juga dapat mengacu pada pedoman dari ISO (International Organization for Standardization).
Sedang mencari pipet laboratorium yang akurat dan berkualitas untuk kebutuhan riset, pendidikan, atau industri? Hubungi no WA 0851-8309-9765 dan dapatkan solusi alat laboratorium yang tepat sesuai kebutuhan Anda.
Baca juga : Apa itu Labu Erlenmeyer? Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macamnya