5 Kekeliruan Umum Saat Membeli Alat Laboratorium

Kekeliruan Umum Saat Membeli Alat Laboratorium

Proses membeli alat laboratorium sering kali dianggap sederhana: memilih produk, membandingkan harga, lalu melakukan pemesanan. Namun dalam praktiknya, banyak instansi, sekolah, hingga perusahaan melakukan kekeliruan yang berdampak pada pemborosan anggaran, ketidaksesuaian spesifikasi, bahkan terganggunya aktivitas laboratorium.

Agar proses pengadaan berjalan optimal, penting untuk memahami beberapa kesalahan umum berikut ini.

1. Terlalu Fokus pada Harga Termurah

Salah satu kekeliruan paling umum saat membeli alat laboratorium adalah menjadikan harga sebagai satu-satunya pertimbangan utama. Harga yang lebih murah memang terlihat menguntungkan di awal, tetapi belum tentu memberikan kualitas dan daya tahan yang baik.

Alat dengan kualitas rendah berisiko cepat rusak, menghasilkan data yang kurang akurat, atau memerlukan penggantian dalam waktu singkat. Dalam jangka panjang, hal ini justru meningkatkan biaya operasional.

2. Tidak Memeriksa Spesifikasi Teknis Secara Detail

Setiap alat laboratorium memiliki spesifikasi teknis tertentu, seperti kapasitas, tingkat akurasi, material, hingga standar sertifikasi. Kekeliruan sering terjadi ketika pembeli tidak menyesuaikan spesifikasi tersebut dengan kebutuhan aplikasi di laboratorium.

Kesalahan kecil dalam spesifikasi dapat menyebabkan alat tidak kompatibel dengan prosedur kerja atau tidak memenuhi standar yang dipersyaratkan.

3. Mengabaikan Standar dan Sertifikasi

Alat laboratorium yang baik umumnya diproduksi sesuai standar mutu tertentu. Mengabaikan aspek ini dapat berdampak pada validitas hasil uji dan keselamatan kerja.

Memastikan alat memenuhi standar yang berlaku adalah langkah penting untuk menjaga kredibilitas laboratorium, terutama bagi instansi yang menjalani proses audit atau akreditasi.

4. Tidak Mempertimbangkan Layanan Purna Jual

Banyak pembeli hanya fokus pada produk tanpa mempertimbangkan dukungan setelah pembelian. Padahal, layanan purna jual seperti konsultasi teknis, ketersediaan suku cadang, atau bantuan administrasi sangat penting, terutama untuk alat yang digunakan secara intensif.

Vendor yang responsif dan berpengalaman akan membantu meminimalkan gangguan operasional jika terjadi kendala pada alat.

5. Salah Memilih Vendor Pengadaan

Memilih vendor yang tidak memahami kebutuhan laboratorium dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari keterlambatan pengiriman hingga ketidaksesuaian produk. Vendor spesialis alat laboratorium umumnya memiliki pemahaman teknis yang lebih baik dibandingkan vendor umum.

Dengan memilih mitra pengadaan yang tepat, proses membeli alat laboratorium menjadi lebih aman, efisien, dan sesuai kebutuhan.

Pentingnya Perencanaan dalam Membeli Alat Laboratorium

Perencanaan yang matang sebelum membeli alat laboratorium akan membantu menghindari berbagai kekeliruan di atas. Identifikasi kebutuhan, konsultasi spesifikasi, serta memilih vendor terpercaya adalah langkah strategis untuk memastikan investasi peralatan laboratorium memberikan hasil optimal.

Sebagai penyedia alat dan perlengkapan laboratorium, Jati Perkasa Mandiri berkomitmen membantu instansi pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, maupun perorangan dalam proses pengadaan yang tepat dan profesional.

Ingin memastikan proses membeli alat laboratorium berjalan tepat dan tanpa risiko kesalahan? Hubungi No WA 0851-8309-9765 sekarang untuk mendapatkan solusi pengadaan alat laboratorium yang sesuai kebutuhan dan standar.

Baca juga : Standar Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di Laboratorium